Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2010

Home Style Dish

This home-style Japanese menu: a bowl of organic rice and dishes okazu lauknya form or kind of sea fish mackerel, salmon, or tuna grilled or fried with miso sauce, dashi, or Japanese soy sauce.

To complement, there are pickles, soup, and vegetables. Or you can also try a similar dish with grilled mackerel served with grated Japanese radish.

Why, why the dish was no different with a home-based cuisine of Indonesia, yes? What's Sushi, sashimi, and sukiyaki is a worldwide unique to Japan? Whoa, there are interesting stories from Ootoya restaurant, where home-style food is served Sakura Affairs.

"It's the home of Japanese cuisine is actually not much different from the cuisine of Indonesia. Most fish dishes are distinguished only by the flavor and type of fish," said Shienny Lie, Restaurant Operations Manager Ootoya, in Plaza Indonesia, on Thursday last week.

Set dish okazu, according Shienny, is the most common home-based cuisine throughout the Japanese archipelago. While not all Japanese people eat sushi, sashimi or sukiyaki every day.

"Sushi, sashimi, and sukiyaki is a special menu of Japanese food at a certain time," said Shienny. Sushi and sashimi is usually served at official dinners. While the sukiyaki is a dish enjoyed on the coldest day of the year in the country's four seasons.

Besides okazu, noodles dishes (to Rui) is often consumed in everyday Japanese society. One of them Nikumi Miso Udon. For this menu, Toyokazu Ikeda, head chef at Restaurant Ootoya, explaining how to manufacture.
"Udon cooked using two kinds of miso paste. Then boiled with caisim, shitake, grilled chicken, scallions, carrots, tofu, Chinese cabbage, and decorated with soft-boiled eggs on it," he said. It's like, hmm ... typical Japanese noodles with sweet-sour sauce.

There is also a cuisine style donburi (a rice bowl topped with vegetables and side dishes). Chicken Katsu Tojidon provided in a bowl of rice with fried chicken doused with a mixture of flour sauce, onions, and eggs. Among all the Tempo menu to try, the menu is similar to fried rice seems to be best suited for the tongue of Indonesia.

Nabe dish (steam) and yaki (grilled and fried) such as is available. According Shienny, the Japanese people eat foods that are relatively simple in their activities. "But it is carefully prepared in terms of nutrition or the amount of food calories. It is so superior Japanese cuisine," he said.

Ootoya Restaurant was founded by Mitsumori Eiichi Subway Ikebukuro Station, Tokyo, in 1958. This franchise has grown to 250 outlets spread across Asia this year, three of them in Indonesia, located in Senayan City, Pacific Place Mall, and Plaza Indonesia.

Although Ootoya a restaurant franchise, the presentation is different from other franchise restaurants. "New cuisine cooked after ordered, made to order. So the cuisine will remain fresh when served," said Shienny.

Recently, Ootoya also provides a menu of sushi and sashimi to customers. "Sushi and sashimi are not a daily menu of the Japanese. But, because of the many requests, we provide this menu," said Shienny. On price, Ootoya Restaurant food official peg their USD 30-70 thousand. | AMANDRA Mustika MEGARANI

Vs Sushi Sashimi

The specialty sushi and sashimi is located on the technique of cutting and freshness of the fish. Toyokazu Ikeda, head chef at Restaurant Ootoya, show cooking demos sushi and sashimi in a media gathering last week.
"The difference between sushi and sashimi is located on the rice. Sushi is always paired with rice, while sashimi can be directly enjoyed by vinegar or wasabi," Ikeda said in the Indonesian language is quite eloquent.

Another difference lies in the thick pieces of fish. "For sashimi, cut is 50 millimeters, while the sushi was no more than 5 millimeters." Ootoya provide sashimi and kaisendon (seafood mix) who served with wasabi, vinegar, and sauces.

There are various types of sushi. Ootoya provide the type nigiri sushi and maki. Nigirizushi is a piece of sushi meat that was stuck on top of fish. Makizushi The meat is made by rolling sushi and rice with the help of dried seaweed (nori) and bamboo mats.

Meat sushi and sashimi all kinds: from shrimp, tuna, squid, salmon, pomfret pearl, until the octopus. "Especially for octopus, should not be eaten raw. It must be cooked properly," says Ikeda. If not cooked, the flesh octopus - which is said to be useful to make a mighty man - can make the body itching. | AMANDRA MM

Source: tempointeraktif.com

See also:
Sate
Steak

Selasa, 30 November 2010

Enaknya Soto Betawi

Salah satu yang layak Anda coba adalah Soto Betawi Umar Idris. Tak sulit menemui kedai yang satu ini. Dari perempatan Slipi, kedai ini ada di sebelah kanan, sekitar 100 meter jauhnya dari Hotel Santika.
Pasti ketemu, soalnya spanduk berwarna hijau ngejreng bertuliskan nama kedai ini tampak mentereng. Jadi, jangan khawatir Anda akan salah masuk ke warung betawi lainnya.

Sebagaimana layaknya kedai, penampilannya memang sederhana. Persis seperti kedai betawi kebanyakan, tidak ada ornamen yang mencolok. Yang ada adalah jajaran enam meja makan panjang yang masing-masing dikelilingi enam kursi.

Memang, tak ada juga pelayan yang menyambut. Jadi, kalau ke sini, pengunjung langsung menyerbu meja yang ada di pojok kedai. Di situ terhampar aneka gorengan: daging sapi, jeroan, babat, juga paru.
Selesai memilih, pelayan dengan sigap akan memotong-motong isi soto pilihan. Beres dengan aksinya, sejurus kemudian, pelayan akan menyiram isi soto dengan kuah putih yang panas. Ditambah dengan bawang goreng, daun seledri, emping, serta perasan jeruk limau.

Wah..., aroma soto langsung menguar tajam menusuk seluruh saraf perasa, membuat pembeli tak sabar ingin segera menyantapnya.

Tidak seperti kebanyakan soto betawi, Soto Umar Idris nihil potongan-potongan kentang dan tomat, lo. Bahkan, kuah juga tak terlalu pekat. “Ini yang membedakan kami dengan warung betawi kebanyakan,” ujar Budi Hanurawanto, anak Umar Idris yang menjadi penerus usaha. Maklum, meski mengusung nama soto betawi, keluarga Umar sejatinya asli Tegal. Walhasil, “Kami memang memadukan rasa betawi dengan tegal,” ujar Budi.

Meski begitu, rasa boleh diadu. Kuah yang encer tidak mengurangi rasa gurih yang tertinggal di rongga mulut. Paduan santan dan susu dalam takaran yang pas malah membuat kuah tidak berasa enek.

Kenikmatan makin lengkap saat mengunyah potongan daging. Empuk dan gurih! Sebagai pelengkap rasa, Anda bisa menambah keripik tempe atau perkedel yang tersedia di meja makan. Renyah keripik tempe akan membuat Anda tak berhenti menggoyang lidah untuk menandaskan semangkok soto dan sepiring nasi putih.

Jika tak suka mengudap daging sapi maupun jeroannya, Anda bisa menjumput daging ayam berikut ati ampela sebagai pilihan pengganti. Suwiran daging ayamnya juga empuk dan gurih. Tak kalah dengan potongan daging.

* Buka dari pagi sampai pagi lagi
Saban hari, kedai ini buka resmi mulai jam 8 pagi. Budi nyaris membuka kedai sepanjang hari. Dia baru tutup warung saat pagi menjemput, atau sekitar jam 4 pagi pada keesokan harinya. Makanya, ayah dua anak ini menerapkan sistem kerja shift alias bergantian bagi 7 karyawannya. “Separo masuk pagi sampai sore. Sisanya malam sampai pagi,” beber Budi.

Namun, jam paling sibuk kedai adalah saat makan siang, yakni mulai jam 11.00 sampai 14.00 siang. Banyak karyawan di sekitar Slipi, Petamburan, dan Tanah Abang menyerbu kedainya. Sementara, saat malam menjelang atau jam 19.00 sampai 20.00, kedai juga ramai. “Banyak karyawan mampir sebelum pulang,” cetus Budi.
Saat malam sampai dini hari, kedai menjadi langganan orang-orang yang suka melek sampai menjelang subuh.

Budi tak khawatir bakal kekurangan pasokan daging atau jeroan yang menjadi andalan dagangannya. Pemasok di bilangan Tanah Abang siap memenuhi kebutuhan kedai. “Bahan dijamin fresh dan pilihan, lo,” ujar dia berpromosi.
Hantaman krisis nyatanya ikut dirasakan Budi. “Ada penurunan pengunjung sekitar 30%,” ujar Budi yang tak mau menyebutkan jumlah pengunjung. Yang pasti, sepanjang hari, Budi menandaskan daging sapi sampai 30 kg. Omzet harian yang masuk ke kantong Budi sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.

Kalau dipotong dengan ongkos produksi Rp 2,5 juta per hari, uang masuk ke kantong Budi tinggal Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta. “Itu belum termasuk untuk gaji karyawan, lo,” ujar Budi buru-buru.
Mungilnya omzet lantaran banderolan harga menu di kedai ini tergolong murah. Sepotong daging dengan ukuran dua jempol jari Rp 2.000. Pun begitu dengan jeroan. Satu paket lengkap dengan nasi hanya seharga Rp 13.000.

Sayangnya, dengan waktu buka tak terbatas, Budi hanya menyediakan satu menu: soto betawi. Minumannya pun tak banyak pilihan. Hanya ada teh dan jeruk. Toh, kedai ini telah bertahan sampai 40 tahun!

ALAMAT 'SOTO UMAR IDRIS':
Jl. KS Tubun 15 B Jakarta Pusat
Ph: 021 - 5367982

Sumber : umar idris-weekend.kontan.co.id


Lihat juga:
Wine

Sate

Senin, 29 November 2010

Sate Rabbits

Among local tourists interested in the Sate rabbits sold in Yogyakarta, because it is believed that animal flesh has the nutritional content, contain no cholesterol, and can cure some diseases.

"Among the local tourist from Jakarta, Magelang, Solo and interest in rabbit satay. The buyers during the holiday weekend and school holidays are very crowded. The average day can reach 50 to 60 buyers," said Tukirah, rabbit satay seller in the area Bantulan, Sleman Saturday (23/10/2010).
According to him, rabbit satay skewers have a sense different from others because it has benefits for health, cure vertigo, increase stamina, and rabbit brain can nourish female womb.

"We have no difficulty obtaining a rabbit to make satai because you have subscribed with rabbit breeders in the market in some areas in Yogyakarta," he said.

He said that age affects the quality of rabbit meat. If the older age, then the rabbit will feel hard. For manufacture use only satai rabbit rabbits as young as eight to nine months.

"We are only open a small shop while satai rabbit at home and not open branches in other derah. Salesmanship begins at 17.00 am until 23.00 pm. However, if during the school holidays and weekends only until 21.00 pm because the atmosphere is very noisy visitors," he said.
He said the selling price is relatively cheap rabbit satai only Rp 11,000 per serving. Satai served with rice, peanut sauce, and soy sauce. With terssebut fix prices, was able to earn revenues of around Rp 100,000 to Rp 200,000 in one day.

Tukirah said in a day could spend five male rabbits to be sate. "If during the school holidays and weekends, we were even able to spend 10 fish rabbit," kataya.
A rabbit satay buyers from Klaten, Central Java, said Vira Yustina rabbit satay mengadung animal protein, nutrients, and can cure some diseases.

"All I know this rabbit meat to treat diseases of the brain vertigo and efficacious fertilize rabbit uterus of women," she said.

He says every single week he took to come to Yogyakarta only to enjoy satai this rabbit. "Every single week, I routinely make themselves available to eat meat satai rabbit out of a sense unique and different from other types of taste satai and have health benefits," he said. (Luc / Ant)

Source: wartakota.co.id

See also:
Wine
Burger King

Minggu, 28 November 2010

Enaknya Makan Steak 21

Di Steak 21 para pecinta steak bisa menikmati aneka steak nan lezat. Mulai dari steik ayam, sapi, hingga daging. Proses marinated yang sempurna menghasilkan rasa yang istimewa

SUDAH memutuskan ingin berbuka apa hari ini? Bila bosan menyantap hidangan sehari-hari,bagaimana bila mencoba berbuka dengan steik.Ada berbagai pilihan yang bisa didapat,mulai ayam hingga ikan.

Ketika berbuka, orang Indonesia biasanya menginginkan nasi sebagai hidangan utama.Namun,Anda bisa sesekali bertukar selera dengan menyantap steik sebagai menu berbuka. Hitung-hitung untuk menghilangkan kejenuhan saja dan memperkaya selera di bulan puasa ini. Sebagai rekomendasi, ada Steak 21 yang berlokasi di Pejaten Village,Jakarta Selatan. Walau steik sudah menjadi menu populer di sini, restoran yang khusus menyediakan menu ini masih tergolong sedikit.Kebanyakan tidak mengkhususkan diri menjual hidangan ini semata. Nah, salah satu resto yang benar-benar khusus menyediakan menu steik antara lain Steak 21.

Menurut Supervisor Steak 21 Dwi Apriliya, pemilik restoran ini memang sengaja mengangkat menu steik karena mengetahui banyak restoran steik di Jakarta tidak berkembang. “Karena itu, beliau ingin menjadikan restoran ini sebagai restoran steik yang berkembang dan banyak diminati.Ini sekaligus menjadi tantangannya,” beber Dwi. Sampai saat ini, Steak 21 sedikitnya mempunyai 10 cabang.Apa kelebihan steik ala restoran ini? Menurut Dwi, karena proses pengolahan daging-dagingnya yang sempurna, sehingga menghasilkan daging yang lembut dan dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam. Rahasianya terletak pada proses marinated.

Tidak tanggung-tanggung, bumbu-bumbu yang digunakan untuk melumuri daging-daging ini, didiamkan selama delapan jam. Atau semalam sebelum dibakar. Di samping itu,hasil daging pun juga lebih juicy. Kebanyakan pengunjung meminta steik diolah medium, sehingga hasilnya lebih juicy. Beberapa menu jagoan Steak 21 adalah tenderloin steak, daging yang disajikan lembut dan tanpa lemak. Beda lagi dengan sirloin original, dagingnya lebih berlemak dan terasa lebih mantap sekaligus creamy karena adanya butter dot yang diletakkan di atas daging. Steik pun menjadi lebih renyah dan lezat tentunya. Yang suka ikan boleh mencoba grill gindara.Tekstur daging ikan ini amat lembut dan tidak berminyak.

Baik ikan gindara maupun sirloin, dihidangkan dengan saus jamur yang dilumuri di atasnya. Chicken crispy juga layak dicoba. Ini adalah daging ayam bagian dada tanpa tulang, dan dibalut dengan tepung renyah dan gurih. Bumbu-bumbunya sendiri dilumuri di dada tersebut dan didiamkan hingga dua jam. Penampilan daging ayam ini pun sangat menggoda. Dengan ayam yang sudah dibalut tepung dan digoreng hingga garing,pastilah terasa akan sangat renyah ketika digigit. Mau menyantap steik dengan nasi,Anda bisa memesan Gonzales with rice.

Daging sirloin yang sudah dipotong-potong kemudian ditumis asam manis dan disajikan di atas hot plate yang di bawahnya ada hot stone atau bebatuan koral. Fungsi dari batu koral ini adalah untuk menahan panas lebih lama. Seporsi steik tersebut dijamin sudah membuat kenyang.Apalagi, ada tambahan sayur dan kentang goreng. Nah, bagi yang ingin bersantap hemat, Steak 21 memiliki paket combo yang tersedia dalam 10 pilihan, di antaranya satu porsi sirloin steak dengan chicken steak, kentang goreng, dan banana split hanya dikenakan harga Rp85.000.

Satu lagi yang membedakan Steak 21 dengan restoran lain. Restoran ini menyediakan saus BBQ dalam kemasan botol. Jadi, tidak perlu repot meminta tambah saus home made ini jika Anda inginkan. (sri noviarni- Seputar Indonesia)

Sumber : id.openrice.com - sri noviarni-seputar indonesia

Lihat juga:
Sate
Burger King

Kamis, 25 November 2010

Dim Sum halal for Moslem

Not to Hong Kong if it does not eat Dim Sum. So they say. Dim Sum, this flour-based foods, the dessert menu was originally derived from China's past kings. Generally, these foods are made from materials that are not kosher. Thus, Muslim tourists to be careful eating them. Dim Sum is a term in Cantonese, which means a snack. Typically, the Dim Sum as a menu for breakfast eaten before lunch or brunch. Food Dim Sum it was popular to the world from Hong Kong.

Dim Sum comprises a variety of small snacks that are usually enjoyed with tea. Activities to drink tea and eat Dim Sum in Hong Kong called yam cha. Yam cha own sense is actually drinking tea. But tea is usually equipped with a Dim Sum meal or snack cantons. Dim Sum is served in small baskets made of bamboo.

So if all Dim Sum in Hong Kong haram? Not really. There is a kosher one. The place is the Islamic Centre in Wan Chai. Here, we can enjoy the Dim Sum at a kosher restaurant, run by a Chinese Muslim. Biasaya, full of restaurants Dim Sum on Saturday and Sunday. Families in Hong Kong generally live separately between parents and their children. Yam cha became their arena to meet and bersilaturahim.

Source: Subroto - bataviase.co.id

See also:
Steak
Sate

Rabu, 24 November 2010

Sate Khas Senayan di SKS

Minggu ini saya berkesempatan untuk mencoba beberapa hidangan yang ditawarkan oleh Sate Khas Senayan. Restoran ini telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun dan memiliki menu yang merupakan hidangan tradisional khas Indonesia. Dengan menawarkan beragam pilihan serba tradisional, aneka menu di SKS menunjukkan karakter yang unik dari masakan Indonesia. Kebetulan mereka baru saja membuka dua buah gerai sekaligus di area Kelapa Gading. Satu gerai Sate Khas Senayan dengan model Express terletak di Food Court Mal Kelapa Gading 3 dan satu lagi yang bercorak Full Dining terletak di Inkopal Kelapa Gading. Sayapun segera meluncur ke sana untuk mencoba sendiri kelezatan hidangan yang ditawarkan Sate Khas Senayan.

Sesuai dengan namanya, restoran ini memang terkenal dengan hidangan satenya. Ada tiga jenis sate yang mereka tawarkan, Sate Ayam, Sate Ayam Bumbu Pedas Blra dan Sate Kambing. Saya memesan satu porsi Sate Ayam, hidangan ini tiba di meja di sebuah piring datar dengan bumbu kacang yang dicampur kecap. Apakah ini sama dengan hidangan sate ayam yang biasa kita temui di mana-mana? Salah besar! Sebagai permulaan, perbedaannya ada pada bumbu kacangnya. Kacangnya telah diproses sehingga benar-benar lembut dan memiliki rasa kacang yang pekat. Keunikan lainnya terletak pada daging satenya. Berbeda dengan hidangan sate ayam biasa di mana terdapat 3-4 potong daging pada setiap tusuknya, sate yang mereka hidangkan merupakan satu potong daging utuh. Meskipun demikian, kita tidak akan mengalami kesulitan saat memakannya karena dagingnya sangat mudah untuk digigit hingga terurai menjadi potongan kecil. Ini dikarenakan daging yang digunakan diolah dari paha ayam yang memang merupakan bagian paling empuk dari seekor ayam.

Menu lain yang sempat saya coba adalah Tongseng. Kuahnya sedikit lebih pekat daripada hidangan tongseng kebanyakan dan memiliki rasa yang lebih pekat dan gurih. Daging kambingnya juga sangat empuk dan gampang dipisahkan dari tulangnya. Selain itu, masih ada beberapa hidangan lain yang tidak kalah lezatnya seperti Ayam Goreng Kremes, Sop Buntut, Tahu Kipas, dan Lontong Cap Gomeh. Mereka juga memiliki varian hidangan nasi yang cukup banyak. Beberapa di antaranya adalah Nas Langgi, Nasi Kuning, Nasi Begana, Nasi Uduk, Nasi Gudeg dan Nasi Kerawu.

Untuk hidangan penutup, Sate Khas Senayan memiliki rupa-rupa hidangan es tradisional. Ada Es Coklat Kacang Merah, Es Wedang Tape, Es Cincau, Es Campur, Es Cendol dan Es Merah Delima. Saya sempat merasakan sendiri bagaimana rasa dari Es Merah Delimanya. Delimanya terasa manis dan empuk, benar-benar pas di lidah. Sekedar info tambahan ya, Sate Khas Senayan menawarkan dua pilihan menu, a la carte dan combo. A la carte merupakan menu satuan tetapi combo menawarkan hidangan yang lebih lengkap dan ekonomis karena telah menyertakan nasi.

Sate Khas Senayan adalah salah satu restoran yang membuktikan bahwa makanan tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di masyarakat. Dari restoran pertamanya di jalan Pakubuwono VI no. 6 sampai cabang ke-18nya di Inkopal Kelapa Gading, terbukti tidak pernah sepi pengunjung. Mereka bahkan telah membuka layanan baru yaitu delivery. Layanan delivery tersebut mereka namakan Call Aja dan saat ini telah melayani permintaan dari seluruh pelosok Jakarta.

Sate Khas Senayan
Jl. Pakubuwono VI no.6
(021) 7269032
Jl. Kebon Sirih 31A
(021) 31926238
Mal Artha Gading Lt.1
(021) 45864090
Call Aja Service & Delivery
3500111

Sumber : Gege - WhatzUps.com

Lihat juga:
Burger King
Sour Sally

Senin, 22 November 2010

Soto Ayam dan Sambal Hijau

Berbagai macam jenis makanan yang bisa diolah dengan bahan dasar ayam, salah satunya adalah Soto. Berikut adalah resep cara pembuatan Soto Ayam dengan Sambal Hijau.


Bahan:
850 gr ayam
250 gr minyak goreng
250 gr serai
25 gr daun jeruk
2 lt kaldu ayam
30 gr garam
30 gr kaldu bubuk
10 gr lada bubuk
150 gr soun, rendam, potong-potong
100 gr taoge, rebus
20 gr daun bawang, iris
20 gr seledri, iris
20 gr jeruk nipis
20 gr sambal hijau
20 gr kecap manis

Haluskan:
200 gr bawang merah
250 gr bawang putih
150 gr jahe
200 gr lengkuas
200 gr kemiri
250 gr kunyit

Cara membuat:
1. Rebus ayam hingga lunak, angkat, sisihkan.
2. Goreng ayam hingga kecoklatan, sisihkan.
3. Tumis bumbu halus, tambahkan serai, dan daun jeruk, masak sampai harum. Tuang bumbu ke dalam rebusan kaldu, masak sampai bumbu matang.
4. Tata soun, taoge, daun bawang, seledri, dan ayam suwir di dalam pinggan. Siram dengan kuah panas, hidangkan dengan taburan bawang goreng, air jeruk nipis, kecap manis, dan sambal hijau.

Sumber : chef Irvan Aprianto, Hotel Santika Bandung - Erwin Kuditawati - female.kompas.com

Lihat juga :
Sate
Burger King

Minggu, 21 November 2010

Racikan Soto Banjar

Kuah kekuningan yang mengepul panas menebarkan aroma wangi rempah yang sedap. Racikan Soto ayam ini benar-benar gurih enak. Rasa kaldu yang kuat dan irisan telur bebek rebus yang kenyal-kenyal gurih membuat soto ini makin sempurna sebagai soto Banjar!

Berulang kali melintasi Jl. Pajajaran Bogor warung soto Banjar ini selalu menggoda selera. Hampir tak pernah sepi pengunjung dan kenangan akan rasa gurih yang enak membuat saya selalu ingin mampir lagi. Seperti siang itu saat gerimis mulai turun, semangkok soto Banjar yang hangat mengepulpun jadi target utama saya.

Ternyata setelah memesan soto Banjar saya masih tergoda dengan tampilan ketupat Kandangan yang unik. Ketupat ini memakai ikan haruan bakar dengan siraman kuah gurih yang enak. Hmm.. .jadilah ketupat Kandangan plus nasi kuning Banjar pun saya pesan untuk menumpas kangen masakan Kalimantan Selatan!

Kuah soto yang mengepul panas menebarkan aroma kapulaga dan kayu manis yang semerbak. Wuiih wangi benar! Kuahnya bening kecokelatan dengan suun dan cincangan daun bawang plus suwiran daging ayam sebagai isiannya. Yang menarik justru potongan telur rebusnya yang oranye menyala dan putih telur yang agak transparan.

Hirupan pertama terasa tonjokan bumbu rempah yang kompak dan gurih wangi. Pastinya bumbunya tidak pelit. Telur rebuspun terasa kenyal-kenyal gurih karena memakai telur bebek rebus. Setelah dikucuri sedikit air jeruk nipis dan diaduk dengan sambal rawit, wah... rasanya makin gurih pedas segar!

Ketupat Kandangan yang diberi nama sesuai dengan daerah asalnya Kandangan ini sebenarnya sangat sederhana. Namun, justru dua elemen utama racikan ketupat ini yang unik. Pertama ketupat khas Kandangan yang besar dan gendut. Tak seperti ketupat umumnya yang padat lembut, ketupat Kandangan justru agak pera, butiran nasinya masih bisa terlacak dan mudah dimemarkan.

Yang kedua adalah si ikan haruan alias ikan gabus yang diasap atau dipanggang memiliki tekstur kenyal kokoh dan gurih rasanya. Tentu saja dengan aroma wangi asap yang sedap. Kuahnya berupa kuah santan dengan aroma bawang, merica, ketumbar dan serai yang wangi.

Rasa kuahnya gurih-gurih enak. Untuk menyantap ketupat ini, ketupat dimemarkan dengan sendok hingga buyar dan menyatu dengan kuah santan plus ikan haruan yang wangi. Setelah itu butiran nasi yang terendam kuah menjadi makin enak. Apalagi jika diaduk dengan sedikit sambal yang kemerahan. Hmm... racikan ketupat Kandangan ini benar-benar mengobati kangen saya.

Nasi kuning Banjar juga disajikan dengan sederhana. Lauknya bisa dipilih ayam, daging, ikan haruan atau telur bebek. Tampilannya memang seperti nasi kuning umumnya dan ayam masak habang yang jadi lauknya memang diselimuti sambal yang kental merah agak kehitaman.

Saat dikunyah barulah terasa kalau nasi kuning ini agak pera tetapi lebih gurih dari nasi kuning yang biasa. Hmm.. pastinya karena memakai santan yang kental. Bumbu habangnya tidak terasa pedas tetapi justru manis dengan aksen asam yang enak. Pas dipadu dengan gurih wanginya nasi kuning.

Di rumah makan ini juga tersedia beragam kain tradisional Kalimantan seperti sasirangan dan lampit (tikar dari anyaman kulit rotan). Juga bisa dipesan beragam jenis penganan khas Banjar seperti amparan tatak, bika banjar, dan madu hutan Kalimantan.

Sepertinya saya bakal sering mampir ke warung ini. Selain cita rasanya masih kental Banjar, harga makanannya juga tidak terlalu mahal. Seporsi Soto Banjar dihargai Rp 14.000,00, Nasi Kuning Ayam Rp 14.000,00 dan Ketupat Kandangan Rp 17.000,00. Tak berlebihan untuk sebuah kenikmati daerah yang unik!

Sumber : Dev / Odilia Winneke - detikFood

Lihat juga:
Sate
Hanamasa

Senin, 15 November 2010

Ice cream di Argentina

Argentina masih memiliki dua makanan lezat lain, yaitu Ice cream dan empanada. Mengunjungi Argentina tanpa menikmati arak merah dan daging sapi sungguh sia-sia, namun mengunjungi Argentina tanpa menikmati Ice cream dan empanada benar-benar patut disayangkan. Mengapa Ice cream dan empanada Argentina dianggap setara dengan arak merah dan daging sapinya, menjadi salah satu ciri khas makanan lezat Argentina?

Tak lain karena rasanya yang lezat yang membuat orang sangat menyukainya, sehingga menjadikan kebiasaan untuk tiada hari tanpa Ice cream dan empanada.

Ice cream Argentina sangat lezat
Ice cream Argentina kali pertama masuk ke Amerika Latin berkat imigran Italia. Dengan demikian es krim Argentina mewarisi teknik pembuatan Ice cream Italia yang berkalori rendah, berlemak rendah, menggunakan buah alami dan produk susu berkualitas. Ice cream ini menjadi semakin terkenal di belahan bumi bagian selatan dan menjadi yang paling disuka orang Argentina. Produk ini telah menjadi komoditas ekspor yang setiap tahun terus meningkat.
Makanan lezat dengan harga terjangkau

Sebenarnya apa keistimewaan Ice cream Argentina? Dibandingkan dengan ala Amerika, Ice cream Argentina rasanya sejuk segar, penuh rasa buah, menggunakan produk susu berkualitas, rasa Ice cream Argentina dipuji oleh setiap orang.

Harganya juga terjangkau, sekalipun di gerai-gerai yang terkenal, seperti Freddo, Un Altra Volta, Chungo dan lain lain yang berada di Buenos Aires. Karena murah dan berkualitas, banyak orang membeli dalam kemasan 1 kilogram, atau satu gelas besar yang diisi sampai penuh, pelanggan merasa sangat puas. Digandrungi semua orang

Yang terpenting, Ice cream Argentina memiliki rasa khas lokal, misalnya dulce de leche (rasa karamel) yaitu produk khas Amerika Latin, rasa karamel, tidak lain adalah susu ditambah gula dimasak menjadi karamel, yaitu sirup karamel yang dapat dibeli di semua supermarket Amerika Latin, juga sangat lezat dipakai untuk mengolesi roti di pagi hari.

Tentu saja rasa dasar buah-buahannya merupakan bahan pilihan yang lezat, seperti rasa buah raspberry, blueberry, stroberi dan masih ada rasa coklat berkualitas. Di dalam gerai Ice cream Argentina, terpajang sederet aneka rasa dalam almari es transparan, pemandangan yang menggelitik ini sungguh membuat hati ingin mencicipi satu persatu semuanya.
Ice cream lokal sangat lezat

Gerai Ice cream Argentina yang terkenal kebanyakan terpusat di Buenos Aires, namun jangan dikira setelah meninggalkan ibu kota itu tidak akan menemukan Ice cream yang lezat, di kota lain juga terdapat gerai-gerai Ice cream berkualitas, lantas bagaimana membedakannya?

Lihat saja gerai yang pengunjungnya banyak, yang bahkan perlu antri, masuklah pasti tidak salah pilih. Ketika saya berwisata di Argentina, setiap hari kalau tidak menyantap Ice cream rasanya tidak enak, setiap kali tiba di sebuah kota akan berusaha keras untuk menemukan gerai es krim terbaik.

Lezatnya kekhasan Ice cream Argentina kelihatannya tidak mempengaruhi negara tetangga, begitu keluar dari batas negara dan memasuki Chili, Bolivia atau Brasil, agak sulit menemukan Ice cream berkualitas seperti di Argentina, bila benar-benar menemukannya mungkin saja merupakan produk impor dari Argentina. Bila sedang berada di Argentina nikmatilah sebaik-baiknya kesempatan untuk mengonsumsi Ice cream yang lezat. (erabaru.net)

Lihat juga :
Sate
Sushi

Sate White Oyster Mushroom from Surabaya

Your lover Sate mutton, chicken, cow or horse. This time there is a sensation Sate with oyster mushrooms and white material. In addition to savory and delicious taste, the benefits for the body believed to not cause harmful diseases.

If you people can enjoy dishes Sate Kediri white oyster mushrooms, in front of Mapolsek Grogol, Kediri, Kediri-Nganjuk Highway. The seller hawking his wares using a modified Vespa like a street vendor cart.

"It was with this I can selling vespa around, stopping wherever I like. But it was almost a year I was settled here, because it's subscriptions start there," said Arbani, the selling Sate white oyster mushrooms to detiksurabaya.com who met in cart, Saturday (10/23/2010).

About Sate white oyster mushrooms wares, Arbani confessed to start by selling food so from office to office. This business is the development of the white oyster mushroom cultivation is done at home. On the pretext of selling turnover was great, she dared swerved turn it into a stall, with Sate processing done by order.

"Just be my boiled mushrooms and season at home. The rest ranging from cutting, stabbing and burning I do is based on orders," explained Arbani.

For the benefit of eating oyster mushrooms Sate wares, Arbani claim does not present a dangerous disease to those who consume. In addition to hygienically processed, oyster mushrooms are certainly different types of plants that can be ascertained meat containing high cholesterol.

Price Sate white oyster mushrooms are also very affordable by all people, because it sells for Rp 5,000 for each portion.

"It is said that the buyer, not me making it up. Many who used to like to switch to goat Sate here for fear of high blood pressure, and nobody likes Satay chicken but fear of allergies," said Arbani excited.

Men who had been a faculty member at one of the MTs in Kediri regency admitted, the choice is peddling Sate in a sweet shop coming to fruition. From the beginning of opening a business is only able to spend 1 kg of mushrooms, this time in a day at least 7 kg of mushrooms can be spent.

"The obvious result is greater than sukuan (Power GTT) in the madrassa," he concluded sumringah.

Sate your buff and do not want to feel the negative effects when consumed, there was nothing wrong with enjoying the Sate white oyster mushroom ingredients. Because it's guaranteed to remain senikmat savory mutton, chicken, beef or even horse. (Fat / fat - Samson Hadi - detikSurabaya)

See also:
Hanamasa
Dim Sum

Kamis, 11 November 2010

Makan Ice cream yang membuat sehat

Ice cream rasa apa yang paling Anda suka? Vanilla, cokelat, strawberry, durian, nanas, pisang atau mixed? Ice cream, dari namanya saja terbayang sejuta kelezatannya. Setiap anak pasti suka nikmatnya Ice cream.

Bahkan anak-anak merengek dengan sekuat tenaga saat ingin dibelikan Ice cream. Namun banyak juga orang tua yang melarang anaknya makan Ice cream hanya karena sedang flu atau takut anaknya terlalu gemuk.

Anda berpikir Ice cream membuat flu Anda semakin parah? Atau Anda menghindari Ice cream karena takut gemuk? Wah, kalau begitu Anda rugi sekali. Baca artikel ini sampai habis, karena Ice cream sangat baik untuk kesehatan Anda

Asal Ice cream
Ice cream dikenal sejak zaman Romawi, yaitu pada 400 tahun Sebelum Masehi. Produksi Ice cream secara komersial mulai dilakukan pada abad ke-18, menyusul ditemukannya mesin freezer pada tahun 1846. Pabrik Ice cream pertama dibangun di Baltimore, Amerika Serikat, pada tahun 1851.

Ice cream dapat dikatakan sebagai jenis hidangan paling populer di dunia. Pada tahun 2003, produksi Ice cream dunia mencapai lebih dari satu miliar liter dan dikonsumsi oleh miliaran konsumen per tahun.

Menurut Standar Nasional Indonesia, Ice cream adalah sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung Ice cream atau campuran susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dan dengan atau tanpa bahan makanan lain yang diizinkan. Di pasaran, Ice cream digolongkan atas kategori economy, good average dan deluxe.

Perbedaan utama dari ketiga jenis Ice cream tersebut terletak pada kandungan lemak susunya. Saat ini di pasaran juga dikenal Ice cream rendah lemak, yaitu Ice cream yang direduksi kandungan lemaknya per takaran saji. Reduksi yang dilakukan umumnya sebesar 25 hingga 50% dari jumlah normal. Jadi, kandungan lemak dalam Ice cream rendah lemak hanya sekitar 2-6%.

Manfaat Ice cream
1. Kandungan kalsium pada Ice cream bermanfaat untuk menjaga kepadatan massa tulang, pencegahan osteoporosis, kanker, serta hipertensi.

2. Bergizi tinggi dan tidak membuat gemuk
Ice cream memang mengandung lemak, terutama lemak jenuh. Hal itu menyebabkan banyak orang menghindari Ice cream karena takut gemuk. Padahal, kontribusi energi Ice cream per takaran saji (satu cangkir) hanya sekitar 10% dari total kebutuhan energi dan kontribusi lemaknya sekitar 15% dari total kebutuhan lemak per hari. Jumlah tersebut termasuk kecil, sehingga kurang pas jika Ice cream dituduh sebagai biang keladi penyebab kegemukan atau obesitas.

3. Tak Menyebabkan Pilek
Ice cream bukan penyebab batuk pilek. Sebab, ketika masuk ke mulut, Ice cream dengan segera akan meleleh. Pelelehan Ice cream dengan cepat dipacu oleh pengaruh suhu tubuh, sehingga saat Ice cream masuk ke kerongkongan suhunya sudah tidak sedingin air es.

4. Antitumor dan HIV
25%-30% kandungan Ice cream adalah susu. Susu tersusun dari Laktoferin, yang memiliki peran sebagai zat pertahanan tubuh non-spesifik terhadap patogen. Laktoferin juga memiliki aktivitas Antiviral, terutama terhadap cytomegalovirus, influenza, dan HIV.

Manis, lezat, bergizi tinggi pula. Apakah Anda masih ragu untuk makan Ice cream? Jangan lupa sajikan Ice cream sebagai kudapan sehat Anda. (untukku.com - benih.net.com)

Lihat juga:
Dim Sum
Sate

Rabu, 10 November 2010

Red Wine Glass Choice and Style

First things first, red Wine is well…red, but why? It's color can be derived from a vast assortment of grape varietals ranging from grapes that are reddish, deep purple, and even a beautiful blue on the color scale. These grapes give rise to a Wine that is color classified with such descriptors as garnet, almost black, dark red, light red, ruby red, opaque purple, deep violet, maroon and the list goes on. It is the grapeskins that are responsible for the red Wine’s distinct color spectrum. The skins are in contact with the grape’s juice during the fermentation process, allowing the dispersion of both color and tannins. The individual Wine’s particular red hue depends on the grape type used in the process and the length of time the skin’s pigmentation is in contact with juice. There are right around 50 key red Wine varietals that consistently manifest themselves in today’s worldwide Wine market.

Red Wine Glass Choice

Red Wines will put their best foot forward when poured into and sipped out of a Wine glass with adequate room. A distinctly oval or egg-shaped bowl that narrows slightly at the top as opposed to a slender flute-like glass is necessary to enjoy a red Wine to the fullest . The ideal red Wine glass will accommodate between 10-22 ounces of liquid, allowing more room to swirl your Wine and better surface area for allowing the Wine to breathe a bit. On the serving note, keep in mind that most red Wines are at their best when serving temperatures are between 60-65 degrees Farenheit – serve them too warm and the taste of alcohol is overly evident, serve them too cold and they will quickly veer towards bitter and more astringent on the palate.

Red Wine Style

As with all Wines, the particular Wine maker will have adequate “say” in the style of Wine he will produce. That said, red Wines are often classified by “body-type.” For example, one might say that a certain red Wine is “light-bodied” – referring to the mouth-feel and tannin structure. A light-bodied Wine will have fewer tannins present and less presence on the palate. These Wines tend to be less demanding partners with flavor-filled foods. An example of a light-bodied red Wine would be one derived from the Gamay grape varietal, such as France’s famed young red Wine: Beaujolais Nouveau. A medium-bodied red Wine will contain more tannins than the above Beaujolais Nouveau, but will not have near the pucker power of a high-powered California Cabernet Sauvignon or an Italian Super Tuscan. Typical examples of medium-bodied red Wines include: Merlot, Shiraz or a Chianti. Full-bodied red Wines boast the highest tannin (and often alcohol) content. Prime examples of full-bodied reds are France’s esteemed Bordeaux wines, California’s key Cabs and Italy’s sizzling Super Tuscans. In general, light-bodied Wines tend to “feel” more like water in the mouth. In contrast, “full-bodied” Wines feel heavier, more like milk, this effect is due in large part to the higher tannin (and again, alcohol) content. (Stacy Slinkard, About.com Guide)

See also :
Ice cream
Sate

Selasa, 09 November 2010

Sate Kelinci Enak Telaga Sarangan

Magetan - Berkunjung ke kawasan wisata Telaga Sarangan yang terletak di lereng Gunung Lawu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tidak lengkap jika tidak mencicipi kuliner khasnya, yakni Sate kelinci.

Tidak sulit mencari dimana pengunjung dapat menemukan hidangan khas ini. Karena hampir di sekeliling Telaga Sarangan terdapat warung-warung tenda maupun pedagang kaki lima yang menjajakan Sate kelinci.

Data dari Dinas Pariwisata Magetan mencatat, terdapat sedikitnya 140 pedagang Sate kelinci yang berjualan di sekitar kawasan Telaga Sarangan. Mereka tergabung dalam paguyuban pedagang Sate kelinci Telaga Sarangan.

Hampir sama dengan hidangan Sate pada umumnya, hanya saja pada Sate kelinci memiliki tekstur daging yang berserat halus dan warna sedikit pucat. Sehingga rasanya lebih lembut dan gurih saat dikunyah. Tidak seperti halnya Sate daging ayam ataupun kambing.

Salah satu anggota paguyuban pedagang Sate kelinci Telaga Sarangan, Sukatno, mengatakan, untuk dikonsumsi menjadi hidangan Satekelinci yang mantap, biasanya daging kelinci diambil dari kelinci yang berumur antara empat hingga enam bulan.

"Dipilihnya umur tersebut, karena rasa daging yang dihasilkannya akan empuk dan gurih," ujar Sukatno sambil mengipasi sate kelincinya.

Dalam penyajiannya, Sate kelinci tak ubahnya sate lainnya. Bumbunya pun sama yaitu terdiri atas bumbu kacang dihaluskan bercampur irisan bawang merah dan kecap manis. Bagi yang suka pedas bisa ditambahkan sambal pada bumbu Satenya. Demikian juga untuk sensasi rasa segar, pada bumbu Sate bisa ditambahkan dengan air perasan irisan jeruk nipis.

Ada dua pilihan dalam menyajikan satu porsi Sate kelinci, yakni menikmati Sate dengan irisan lontong yang lembut atau nasi putih yang pulen. Hidangan ini akan terasa lebih nikmat lagi saat menyantapnya sambil menikmati pemandangan Telaga Sarangan nan elok.

Satu porsi Sate kelinci Telaga Sarangan ini terdiri dari 15 tusuk Sate dan satu piring lontong ataupun nasi putih. Satu porsinya dihargai Rp10.000,00. Atau untuk 10 tusuknya hanya merogoh kocek Rp7.000,00 saja.

Sukatno menambahkan, satu kelinci muda, rata-rata dapat menghasilkan 60 hingga 90 tusuk Sate, tergantung dari ukuran kelinci. Rata-rata untuk hari libur seperti hari Minggu, pedagang Sate kelinci bisa menjual hingga 250 tusuk, sedangkan pada liburan keagamaan ataupun akhir tahun bisa meningkat hingga 900 tusuk Sate.

Sukatno mengaku, kelinci-kelinci tersebut ia peroleh dari pedagang pengepul yang sudah mejadi langganannya. Ia menggeluti pekerjaan berjualan Sate kelinci ini sudah sejak tahun 1983.

"Setiap berkunjung ke Telaga Sarangan, saya selalu membeli makanan kesukaan saya yakni Sate kelinci. Menurut saya, daging Sate kelinci di Telaga Sarangan lebih empuk dan gurih. Selain itu harganya juga pas," kata salah satu pengunjung Telaga Sarangan dari Madiun, Ashari Purwo.

Menurutnya, Sate kelinci Telaga Sarangan akan lebih "mak nyus" jika disandingkan dengan minuman teh tubruk hangat. Pasangan ini sangat pas untuk menikmati sejuknya udara di lereng Gunung Lawu ini. (Louis Rieka - AntaraJatim)


Lihat juga :
Dim Sum
Burger King

Senin, 08 November 2010

Sate Bandeng dari Banten

Yang paling unik dari kuliner khas Banten adalah bentuk penyajiannya dalam bentuk Sate, selain Sate bebek yang menjadi andalan kuliner Banten yaitu Sate bandeng. Kuliner ini sudah terkenal di berbagai penjuru di Indonesia, dengan dipublikasikannya kuliner ini melalui beberapa media, baik itu cetak dan elektronik.

Sate Bandeng yang terkenal di Banten yaitu Sate Bandeng Ibu Aliyah. Usaha ini didirikan sejak tahun 1989, merupakan usaha turun-temurun dari sejak dahulu. Harga yang ditawarkan oleh Sate Bandeng Ibu Aliyah termasuk tinggi yaitu sebesar Rp. 25 ribu per ekor.
“Harga boleh lebih mahal tetapi kita mengimbanginya dengan kualitas rasa yang lebih dan beda,” ujarnya.

Aliyah menambahkan percuma dijual harga murah tetapi kualitas rasa tidak diperhatikan.
Aliyah dalam satu hari dapat memproduksi Sate Bandeng sebanyak 60 tusuk dengan ikan sebanyak 20 Kg. Sate Bandeng Ibu Aliyah melakukan inovasi baru dengan menyediakan dua macam pilihan rasa, rasa biasa, manis gurih, dan rasa pedas. Tergantung keinginan pembeli yang mana yang paling disukai. Ikan yang dipilih untuk dibuat Sate bandeng tentunya adalah ikan yang terbaik dan masih segar dengan produksi sebanyak dua hari satu kali.

Persaingan usaha pembuatan Sate bandeng menurut Aliyah, mengalami persaingan yang tidak sehat. “Dulu saya pertama kali yang mempelopori berjualan Sate bandeng di sepanjang jalan tol menuju Serang Timur, tetapi sekarang sudah banyak yang berjualan dengan harga murah dan rasa yang tidak menjamin, maka dari itu saya pindah dan membuka usaha ini di rumah saja,” terangnya.
Aliyah menambahkan dalam menghadapi persaingan merupakan sebuah tantangan baginya dan semakin menambah keyakinannya untuk bisa bertahan di antara persaingan yang ada. (ari/nia - koran banten)


Lihat juga :
Dim Sum
Soto

Minggu, 07 November 2010

Sate Landak dari Gunung Lawu

Pernah mencoba Sate Landak? Bagi kebanyakan orang, landak atau Hedgehog porcupine yang sekujur tubuhnya dipenuhi duri tak lebih dari sekadar hewan perusak hasil perkebunan yang mesti dimusnahkan. Namun, di tangan salah seorang warga Matesih, Sukatno, 68, landak disulap menjadi Sate dengan harga per porsi Rp 20.000.

Rasanya? Para penggemar daging-dagingan dijamin akan merasakan sensasi tersendiri kala mengunyah olahan daging . Tekstur dan warna dagingnya mirip daging kambing. Bedanya, daging landak lebih empuk dan tidak berbau apak.

Tak ayal, semakin lama peminat Sate landak terus bertambah. Bahkan, tak hanya dilirik wisatawan nusantara, tetapi sejumlah wisatawan mancanegara pun terpesona rasa menu eksentrik itu. “Apalagi khasiat daging landak juga banyak sekali,” tutur pemilik warung Gunung Lawu spesial penyedia Sate landak, Jl Tawangmangu Matesih km 2, Sukatno.

Di antaranya, kata Sukatno berkhasiat menyembuhkan penyakit gatal, asma serta untuk menjaga vitalitas tubuh. Selain di Sate, daging landak juga yummy dimasak tongseng ataupun rica-rica. “Khusus rica-rica biasanya menggunakan daging kepala landak,” ujar lelaki yang empat tahun lalu menerima penghargaan Muri sebagai pelopor Sate landak di Indonesia.

Selain Sate landak, Sukatno juga menyajikan menu unik lainnya. Seperti Sate biawak dan sate tupai. Tetapi, kata Sukatno di antara menu-menu uniknya itu, menurutnya Sate landak tetap yang paling nikmat. Apalagi jika menyantapnya ditemani dengan segelas bir plethok. Minuman 100% bebas alkohol yang terbuat dari 12 macam rempah-rempah.

Warna minuman yang per gelasnya dijual Rp 3.000 itu kuning kemerahan. Rasanya mantap. Aroma jahe dan kayu secang terasa dominan. Mirip wedang uwuh khas Imogiri Bantul. Bedanya, bir plethok disajikan tanpa disertai uwuh atau sampah rempah-rempahnya. “Bir plethok juga tak kalah banyak khasiatnya untuk menjaga kesehatan,” tandas kakek empat cucu ini. (Fetty Permatasari - Solo pos)

Lihat juga :
Hanamasa
Burger King

Rabu, 03 November 2010

Bikin Sate Lilit Sendiri yuk

Banyak cara membuat Sate. selain ditusuk, bisa juga di lilit pada tusuk Sate. bahan dasar Sate lilit yaitu daging, seperti daging ikan, daging ayam, maupun daging sapi yang telah dicincang.

Bahan:

1. 250 gr daging tenggiri, haluskan.
2. 1/4 sdt air jeruk nipis
3. 25 gr jamur kancing kaleng, cincang kasar
4. 1 putih telur
5. 1 batang kecil daun bawang, iris halus
6. 2 siung bawang putih, gorreng dan haluskan
7. 2 buah cabe rawit merah, cincang kasar,
8. 1/2 sdt kecap ikan
9. 1/4 sdt garam
10. 1/4 sdt merica hitam bubuk
11. 1/4 sdt gula pasir
12. 1 sdt tepung sagu
13. lidi/sumpit untuk tangkai sate

Cara Membuat:

1. Campur daging tenggiri, air jeruk nipis, jamur kancing, putih telur, daun bawang, bawang putih, cabe rawit, kecap ikan, garam, merica hitam, dan gula pasir. uleni rata, masukkan tepung sagu, aduk rata.
2. ambil sedikit adonan, rekatkan pada tangkai lidi/sumpit, bentuk seperti pentul.
3. kukus 30 menit diatas api sedang sampai matang. angkat dan sisihkan.
4. pencelup: aduk rata tepung terigu, maizena, cabai bubuk, garam, dan air.
5. celup sate ke bahan pencelup, gulingkan ke tepung panir halus.
6. goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan, diatas api sedang sampai matang. (doyan-masak)




Lihat juga :
Steak
Sushi

How To Make Ice Cream?

How to make Ice cream at home- with valuable ice cream making tips:

1. Use only fresh cream, milk and eggs.

2. There are two types of ice cream mixtures, basic ice cream and custard ice cream. Basic consists of cream, milk, sugar and flavoring. No eggs, and it is not cooked. The custard base consists of cream, milk, egg yolks, sugar and flavoring and it is cooked until it coats a spoon.

3. Avoid metal spoons, sieves and bowls when using highly acidic fruits such as raspberries. Metal will discolor the fruit and spoil the taste. We've never seen a metallic ice cream recipe .

4. No matter which type of mixture (cooked or uncooked) always be sure to have it cold when you put it in the ice cream maker. It will freeze quicker and you will need less ice and salt.

5. Make sure the drain hole in the ice bucket is not plugged and can drain freely. This prevents the salt-water of the melted ice mixture from overflowing into your ice cream mixture.

6. When ripening the ice cream, always discard the old ice and salt and re-pack with fresh ice and salt.

7. Always take time to ripen the ice cream. It is usually still too soft when the processing is done. Ripening helps set the ice cream to the desired consistency and it allows all the flavors to permeate the product.

8. Confectioner's sugar is a handy for instantly adjusting the sweetness of your mix. Lemon juice does the same job if you need to adjust the ice cream's acidity.

9. Always use rock salt because it has the best freezing properties.

10. Always let someone you love lick the paddle after the process is done (be sure you leave a bit of ice cream on for the lucky one).

11. Remember that flavors are more pronounced at high temperatures, less strong at chilly ice cream temperatures. If you taste something in its warm state, it should be almost too sweet or too strong, too full of chocolate o (if that's possible). They will be less strong when chilled. (Cliff Lowe - inmamaskitchen)

See also :
Sate
Wine

Minggu, 31 Oktober 2010

11 Gerai Sour Sally dalam 1 Tahun

Muda dan sukses adalah bagaimana seseorang akan menjelaskan Donny Pramono, yang telah berhasil dalam mengubah Sour Sally menjadi bisnis utama dalam industri yogurt beku.

Hanya dalam satu tahun, Donny telah membuka 11 gerai Sour Sally di Jakarta, yang terletak di Senayan City, La Piazza Kelapa Gading, La Codefin Kemang, Mall Taman Anggrek, FX Lifestyle, Pacific Place, Mall Puri Indah, Mall Emporium Pluit, Plaza Indonesia, Grand Indonesia dan Supermall Karawaci.

Ia berencana untuk memperluas usahanya lebih lanjut dalam waktu dekat dengan membuka outlet di Surabaya dan Bandung.

"Selanjutnya ke Jakarta, kami akan membuka cabang di beberapa kota besar di negeri ini seperti yang kita menyadari bahwa ada permintaan untuk yogurt beku tidak hanya di Jakarta tetapi juga di kota-kota lainnya," kata Donny, yang lahir di Jakarta pada tanggal 30 Desember 1981.

Donny memang sangat senang dengan bisnis yang sukses, yang agak berhubungan dengan hari-harinya belajar di Amerika Serikat. Donny, yang tunggal, mengatakan bahwa Sour Sally lahir dari disukainya yogurt beku. Ketika ia lulus ia kembali ke Indonesia dan mulai yogurt beku usahanya, yang tidak umum di Indonesia pada saat itu.

Dengan dukungan penuh keluarganya, Donny melakukan penelitian dan sejumlah tes berbagai yogurt beku untuk menciptakan rasa yang sempurna. Topping segar yang ia ciptakan telah membuat lebih lezat.

Yogurt tidak hanya lezat, Donny mengatakan, juga bermanfaat untuk kesehatan dan dapat membantu mengurangi kolesterol. Orang-orang di Timur Tengah telah dikonsumsi yogurt selama ribuan tahun dan menggunakannya dalam memasak mereka.

Donny mengatakan yogurt adalah mendapatkan popularitas di sini dan jumlah orang yang mengkonsumsinya terus meningkat, seperti outlet-nya. Beberapa kafe bahkan termasuk yogurt dalam menu mereka. "Ada banyak jenis yogurt, yang telah menjadi trendi kehadiran Sour Sally pada tahun terakhir ini. Juga secara aktif memberikan kontribusi terhadap fenomena ini. Fenomena yoghurt, yaitu," katanya.

Sumber: Faisyal Chaniago - thejakartapost

Lihat juga :
Steak,
Sate

Kamis, 28 Oktober 2010

Sate kelinci dari Jawa Timur

Berkunjung ke kawasan wisata Telaga Sarangan yang terletak di lereng Gunung Lawu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tidak lengkap jika tidak mencicipi kuliner khasnya, yakni sate kelinci.
Tidak sulit mencari dimana pengunjung dapat menemukan hidangan khas ini. Karena hampir di sekeliling Telaga Sarangan terdapat warung-warung tenda maupun pedagang kaki lima yang menjajakan sate kelinci.

Data dari Dinas Pariwisata Magetan mencatat, terdapat sedikitnya 140 pedagang sate kelinci yang berjualan di sekitar kawasan Telaga Sarangan. Mereka tergabung dalam paguyuban pedagang sate kelinci Telaga Sarangan.

Hampir sama dengan hidangan sate pada umumnya, hanya saja pada sate kelinci memiliki tekstur daging yang berserat halus dan warna sedikit pucat. Sehingga rasanya lebih lembut dan gurih saat dikunyah. Tidak seperti halnya sate daging ayam ataupun kambing.
Salah satu anggota paguyuban pedagang sate kelinci Telaga Sarangan, Sukatno, mengatakan, untuk dikonsumsi menjadi hidangan sate kelinci yang mantap, biasanya daging kelinci diambil dari kelinci yang berumur antara empat hingga enam bulan.

"Dipilihnya umur tersebut, karena rasa daging yang dihasilkannya akan empuk dan gurih," ujar Sukatno sambil mengipasi sate kelincinya.

Dalam penyajiannya, sate kelinci tak ubahnya sate lainnya. Bumbunya pun sama yaitu terdiri atas bumbu kacang dihaluskan bercampur irisan bawang merah dan kecap manis. Bagi yang suka pedas bisa ditambahkan sambal pada bumbu satenya. Demikian juga untuk sensasi rasa segar, pada bumbu sate bisa ditambahkan dengan air perasan irisan jeruk nipis.
Ada dua pilihan dalam menyajikan satu porsi sate kelinci, yakni menikmati sate dengan irisan lontong yang lembut atau nasi putih yang pulen. Hidangan ini akan terasa lebih nikmat lagi saat menyantapnya sambil menikmati pemandangan Telaga Sarangan nan elok.

Satu porsi sate kelinci Telaga Sarangan ini terdiri dari 15 tusuk sate dan satu piring lontong ataupun nasi putih. Satu porsinya dihargai Rp10.000,00. Atau untuk 10 tusuknya hanya merogoh kocek Rp7.000,00 saja.
Sukatno menambahkan, satu kelinci muda, rata-rata dapat menghasilkan 60 hingga 90 tusuk sate, tergantung dari ukuran kelinci. Rata-rata untuk hari libur seperti hari Minggu, pedagang sate kelinci bisa menjual hingga 250 tusuk, sedangkan pada liburan keagamaan ataupun akhir tahun bisa meningkat hingga 900 tusuk sate.

Sukatno mengaku, kelinci-kelinci tersebut ia peroleh dari pedagang pengepul yang sudah mejadi langganannya. Ia menggeluti pekerjaan berjualan sate kelinci ini sudah sejak tahun 1983.

"Setiap berkunjung ke Telaga Sarangan, saya selalu membeli makanan kesukaan saya yakni sate kelinci. Menurut saya, daging sate kelinci di Telaga Sarangan lebih empuk dan gurih. Selain itu harganya juga pas," kata salah satu pengunjung Telaga Sarangan dari Madiun, Ashari Purwo.

Menurutnya, sate kelinci Telaga Sarangan akan lebih "mak nyus" jika disandingkan dengan minuman teh tubruk hangat. Pasangan ini sangat pas untuk menikmati sejuknya udara di lereng Gunung Lawu ini.(antara - jawa timur)


Lihat juga : dim sum

sushi

sate kelinci kecamatan plaosan

Berkunjung ke kawasan wisata Telaga Sarangan yang terletak di lereng Gunung Lawu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tidak lengkap jika tidak mencicipi kuliner khasnya, yakni sate kelinci.
Tidak sulit mencari dimana pengunjung dapat menemukan hidangan khas ini. Karena hampir di sekeliling Telaga Sarangan terdapat warung-warung tenda maupun pedagang kaki lima yang menjajakan sate kelinci.

Data dari Dinas Pariwisata Magetan mencatat, terdapat sedikitnya 140 pedagang sate kelinci yang berjualan di sekitar kawasan Telaga Sarangan. Mereka tergabung dalam paguyuban pedagang sate kelinci Telaga Sarangan.

Hampir sama dengan hidangan sate pada umumnya, hanya saja pada sate kelinci memiliki tekstur daging yang berserat halus dan warna sedikit pucat. Sehingga rasanya lebih lembut dan gurih saat dikunyah. Tidak seperti halnya sate daging ayam ataupun kambing.
Salah satu anggota paguyuban pedagang sate kelinci Telaga Sarangan, Sukatno, mengatakan, untuk dikonsumsi menjadi hidangan sate kelinci yang mantap, biasanya daging kelinci diambil dari kelinci yang berumur antara empat hingga enam bulan.

"Dipilihnya umur tersebut, karena rasa daging yang dihasilkannya akan empuk dan gurih," ujar Sukatno sambil mengipasi sate kelincinya.

Dalam penyajiannya, sate kelinci tak ubahnya sate lainnya. Bumbunya pun sama yaitu terdiri atas bumbu kacang dihaluskan bercampur irisan bawang merah dan kecap manis. Bagi yang suka pedas bisa ditambahkan sambal pada bumbu satenya. Demikian juga untuk sensasi rasa segar, pada bumbu sate bisa ditambahkan dengan air perasan irisan jeruk nipis.
Ada dua pilihan dalam menyajikan satu porsi sate kelinci, yakni menikmati sate dengan irisan lontong yang lembut atau nasi putih yang pulen. Hidangan ini akan terasa lebih nikmat lagi saat menyantapnya sambil menikmati pemandangan Telaga Sarangan nan elok.

Satu porsi sate kelinci Telaga Sarangan ini terdiri dari 15 tusuk sate dan satu piring lontong ataupun nasi putih. Satu porsinya dihargai Rp10.000,00. Atau untuk 10 tusuknya hanya merogoh kocek Rp7.000,00 saja.
Sukatno menambahkan, satu kelinci muda, rata-rata dapat menghasilkan 60 hingga 90 tusuk sate, tergantung dari ukuran kelinci. Rata-rata untuk hari libur seperti hari Minggu, pedagang sate kelinci bisa menjual hingga 250 tusuk, sedangkan pada liburan keagamaan ataupun akhir tahun bisa meningkat hingga 900 tusuk sate.

Sukatno mengaku, kelinci-kelinci tersebut ia peroleh dari pedagang pengepul yang sudah mejadi langganannya. Ia menggeluti pekerjaan berjualan sate kelinci ini sudah sejak tahun 1983.

"Setiap berkunjung ke Telaga Sarangan, saya selalu membeli makanan kesukaan saya yakni sate kelinci. Menurut saya, daging sate kelinci di Telaga Sarangan lebih empuk dan gurih. Selain itu harganya juga pas," kata salah satu pengunjung Telaga Sarangan dari Madiun, Ashari Purwo.

Menurutnya, sate kelinci Telaga Sarangan akan lebih "mak nyus" jika disandingkan dengan minuman teh tubruk hangat. Pasangan ini sangat pas untuk menikmati sejuknya udara di lereng Gunung Lawu ini.(antara - jawa timur)


Lihat juga : sour sally

steak